Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Muliakan Keluarga Rasul, Begitulah Muslim diperintahkan!

Kita lalu teringat adegan indah dalam Sirah itu. Dua orang faqih dari kalangan sahabat, ‘Abdullah ibn ‘Abbas dan Zaid ibn Tsabit, Radhiyallahu ‘Anhuma, berbeda pendapat dalam banyak masalah. Salah satunya soal faraidh atau penghitungan waris. Menurut Ibn ‘Abbas, sebagaimana bagian cucu sama dengan bagian anak ketika dia tiada, maka bagian kakek sama dengan ayah kala dia tiada, dan adanya kakek menghijab hak saudara. Tidak demikian menurut Zaid. Bagi penulis wahyu kebanggaan orang-orang Anshar ini, kakek berkedudukan sama dengan saudara. “Aku berani bermubahalah dengan Zaid”, ujar Ibn ‘Abbas suatu ketika. ”Bagaimana mungkin dia bedakan bagian kakek dengan ayah, tapi tetap samakan bagian anak dengan cucu?” Tapi ketika ada kerabat Ibn ‘Abbas meninggal dan muncul persoalan waris yang harus diselesaikan dengan memilih pendapatnya atau pendapat si faqih Anshar; beliau justru mengundang Zaid untuk dimintai fatwa dalam menyelesaikannya. Sebab dia tahu, si mayyit selama...

Sudahkah kita Shalat Subuh Berjamaah?

Konon, ketika hendak memulai pembebasan Baitul Maqdis dari Tentara Salib, Shalahuddin terlebih dahulu mengamati jumlah jamaah Shalat Subuh kaum Muslimin. Ketika sebagian orang ingin mempercepat penaklukan, sementara jamaah Subuh masih sedikit, Shalahuddin bilang, "Bukan sekarang! Ini adalah titik kekalahan." Kemudian ketika jamaah Shalat Subuh sudah banyak, Shalahuddin pun mengumumkan kesiapan pembebasan. "Sekarang saatnya. Inilah titik izzah dan kemenangan." Itu Shalahuddin, bagaimana dengan kita hari ini? Terutama bagi para pemuda yang masih segar bugar? Kita lantang meneriakkan revolusi, khilafah, islam will dominate, tapi bagaimana keadaan subuh kita? Bagimana mungkin kita bisa keluar dari cengkeraman asing dan aseng jika jamaah Shalat Subuh hanya imam, muadzin dan marbot?

Berislam Kita Ini Ikut Siapa?

Kalau berbicara tentang Mazhab Fiqih, yang saat ini masih dipakai ada beberapa, antara lain 4 mazhab fiqh Sunni (Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali), mazhab fiqih Khawarij (Ibadhiyah, ada di Oman, Maroko, Aljazair), Mazhab fiqih Syiah (Imamiah, Ismailiyyah, Zaidiyyah). Semua Mazhab Fiqih itu masih dipakai di berbagai belahan dunia oleh Umat Islam, karena memang semuanya memiliki buku rujukan yang dilestarikan Selain itu, banyak juga mazhab lain yang tidak sampai pada kita secara lengkap, hanya beberapa pendapat Pendirinya saja yang tersebar di dalam buku-buku Fiqih Ensiklopedi, seperti Bidayatul Mujtahid Ibnu Rusyd, Majmu Imam Nawawi, Mughni Ibnu Qudamah, Badai Shanai Imam Cassany dan buku-buku Hadis. Kenapa? Karena pengikut mazhab tersebut atau pendirinya tidak meninggalkan tulisan, ataupun mungkin ada, namun telah musnah dan tidak sampai pada kita. Sehingga yang banyak dipakai adalah 4 mazhab, karena 4 mazhab itu yang paling banyak dikaji dan memiliki banyak ...

Lakukan yang Terbaik untuk Islam

Ketika serangan pasukan Mongol di Ain Jalut semakin menjadi-jadi, Sultan Saiefuddin Qutz turun sendiri ke medan perang dan membuang helm besinya, sebagai tanda bahwa ini adalah perang mati-matian, sambil meneriaki “Wa Islamah..”. Sang Sultan bertempur dengan ganasnya, seorang pasukan Mongol menembaknya dengan panah dari belakang, namun tidak mengenainya, malah mengenai kuda beliau. Kudanya pun jatuh, “ Mati di jalan Allah, kawan…”, kata beliau pada kudanya. Beliaupun melanju tkan perang tanpa kuda bersama para prajurit. Seorang komandan pasukan melihat beliau bertempur tanpa kuda, dia mendekati beliau dan menyerahkan kudanya, namun Sultan menolak untuk mengambil kuda itu. Beliau terus bertempur tanpa kuda sampai akhirnya bantuan kuda cadangan datang. Ketika perang berakhir, seorang Komandan pasukan mengatakan, “Kenapa anda tidak mau mengambil kuda si Fulan, kalau sampai ada musuh yang melihat anda tidak berkuda, dia akan dengan mudah membunuhmu, dan Islam aka...

Memilih di antara Dua Pilihan Berat

Sekitar 777 tahun yang lalu, Seorang komandan suku Kayi ditanya bagaimana kondisi pasukan Salib dan pasukan Mongol, dia menjawab. "Pasukan Salib yang datang dari Konstantinopel menuju Jerusalem untuk merebut Quds terlena di jalan karena banyak mendapatkan harta rampasan perang. Sedangkan pasukan Mongol yang datang Timur menyerang Bagdad dan Damascus seperti gerombolan singa terhenti di Damascus karena mereka terlena dengan wanita Suriah. Saatnya kita bangsa Turki menyatukan Ayyubid dan Seljuk untuk menghancurkan Pasukan Salib dan pasukan Mongol!" The Ottoman Untold History. Benar, suatu ketika Masjid Agung Bani Umayyah harus "libur" Jumat dan Jamaah karena masjidnya dipakai untuk camp Tentara Mongol dan tempat mereka berpesta pora. Perkataan Sheikhul Islam Ibnu Taimiyah cukup terkenal pada jaman itu, "Biarkan mereka mabuk-mabukan, karena kalau mereka tidak mabuk, maka mereka akan membunuh... akhaffu dhararain ".

APA ITU DEMOKRASI?

Dapat kutipan menarik dari buku di atas. Abbas Al-Aqqad, seorang penulis produktif Mesir berkata: ‎الديمقراطية كما هو معلوم هي كلمة مركبة من كلمتين باللغة اليونانية، معناهما حكم الشعب. فماذا نفهم من حكم الشعب؟ أو من الحكومة الشعبية؟ هل هي الحكومة التي يتولاها الشعب بنفسه؟ أو هل هي الحكومة التي ترتضيها الشعب ويطمئن؟ ‎من تجارب الحكومات التي سُميت ديمقراطية في بلاد اليونان والرومان، يبدو لنا أن الحكومة التي يتولاها الشعب بنفسه لم توجد، ولو كان الشعب قليلا كما في اليونان. وإذا قلنا إن الحكومة الشعبية هي الحكومة التي يرضيها الشعب، فقد ارتضى شعوب الأقدمين أحكام المستبدين. " Demokrasi, seperti yang telah diketahui, adalah istilah yang terdiri dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu pemerintahan rakyat Tapi apa yang kira-kira kita pahami dari pemerintahan rakyat itu? Pemerintahan yang dipegang oleh rakyat, atau pemerintahan yang disetujui oleh rakyat Kalau kita artikan demokrasi sebagai pemerintahan yang dipegang oleh rakyat, maka dalam sejarahnya, pemerintahan ...