Konon, ketika hendak memulai pembebasan Baitul Maqdis dari Tentara Salib, Shalahuddin terlebih dahulu mengamati jumlah jamaah Shalat Subuh kaum Muslimin.
Ketika sebagian orang ingin mempercepat penaklukan, sementara jamaah Subuh masih sedikit, Shalahuddin bilang, "Bukan sekarang! Ini adalah titik kekalahan."
Kemudian ketika jamaah Shalat Subuh sudah banyak, Shalahuddin pun mengumumkan kesiapan pembebasan. "Sekarang saatnya. Inilah titik izzah dan kemenangan."
Itu Shalahuddin, bagaimana dengan kita hari ini? Terutama bagi para
pemuda yang masih segar bugar? Kita lantang meneriakkan revolusi,
khilafah, islam will dominate, tapi bagaimana keadaan subuh kita?
Bagimana mungkin kita bisa keluar dari cengkeraman asing dan aseng jika
jamaah Shalat Subuh hanya imam, muadzin dan marbot?

Komentar
Posting Komentar